Sunday, December 14, 2014

Pentingnya Pendidikan

Berbicara tentangt pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan  tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa dikatakan demikian?
Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?


Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan.
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
 Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh  Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi negara tetangga kita.

Pentingnya pendidikan bagi kehidupan

 

 

Mungkin sedikit demi sedikit Indonesia juga sadar akan pentingnya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan atau mengambil tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan seperti yang diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan.Dan juga penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia pendidikan?

Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang tercantum dalam UU tersebut?

Pendidikan

 
 
 
Bukan sebuah rahasia lagi bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, dan memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam pembangunan suatu daerah. Dengan membentuk masyarakat yang terdidik semua program-program yang dibuat oleh pemerintah daerah akan dapat dijalankan dengan baik, dan sebaliknya apabila keadaan masyarakat tidak atau kurang terdidik maka program-program yang ditawarkan oleh pemerintah daerah akan sangat sulit untuk dapat berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, sudah semestinya Pemerintah daerah untuk berusaha lebih memfokuskan diri dalam memperhatikan pengembangan pendidikan di daerah dengan membentuk suatu perencanaan pembangunan dalam dunia pendidikan yang lebih baik dan berkualitas lagi agar nantinya hasilnya akan sesuai dengan espektasi dan kebutuhan. 
Sistem kebijakan yang dikembangan oleh Dinas Pendidikan daerah dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, religius, partisipatif, dan terampil, memang sudah baik, akan tetapi ia masih memperlihatkan kekurangan, dan harusnya ia bisa lebih dioptimalkan lagi.
Faktor yang menjadi pemicu adalah kebijakan yang ada belum mampu menciptakan sebuah generasi penerus yang memiliki moral, etika, sopan santun, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa sehingga perlu dilakukan sejumlah hal yang memungkinkan hal tersebut dapat terwujud. 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat suatu dasar kebijakan pendidikan yang berlandaskan nilai moral. Pendidikan dan moral sangat terkait rapat, sebab tujuan akhir dari pendidikan tidak lain adalah untuk membentuk SDM yang berkualitas, baik secara akal maupun moral.
Karena SDM merupakan suatu cerminan dari sumbangan pendidikan atas maju atau mundurnya suatu bangsa. Mengapa harus memilki bangsa yang punya akal pikiran baik tetapi pada sisi yang lain memiliki moral yang bermasalah. 
Kebijakan pendidikan saat ini sepertinya masih terkesan mengesampingkan pentingnya nilai pendidikan moral. Sudah seharusnya kebijakan pendidikan yang ada dapat menciptakan sebuah generasi yang memiliki akal pikiran yang baik, bermoral, mandiri, jujur, santun, beretika mulia, berbudi pekerti, serta tidak kasar dan arogan.  Dan, sepertinya saat ini ha-hal tersebut belum dapat terealisasi, dan tentunya harus ada sebuah upaya tertentu untuk menyikapi kondisi ini.
Sangat perlu untuk dilakukan sebuah evaluasi dan pembaharuan. Proses pendidikan yang ada harus dapat mengarahkan peserta didik nantinya mampu membangun bangsa dan menunjung tinggi harga diri, dan harkat serta martabat bangsa.